RSS

Kesaksian Lagu “It Is Well”

It Is Well With My Soul

When peace like a river, attendeth my way,
When sorrows like sea billows roll;
Whatever my lot, Thou hast taught me to know,
It is well, it is well, with my soul.

Refrain:
It is well, with my soul,
It is well, with my soul,
It is well, it is well, with my soul.

Though Satan should buffet, though trials should come,
Let this blest assurance control,
That Christ has regarded my helpless estate,
And hath shed His own blood for my soul.

My sin, oh, the bliss of this glorious thought!
My sin, not in part but the whole,
Is nailed to the cross, and I bear it no more,
Praise the Lord, praise the Lord, O my soul!

For me, be it Christ, be it Christ hence to live:
If Jordan above me shall roll,
No pang shall be mine, for in death as in life,
Thou wilt whisper Thy peace to my soul.

But Lord, ’tis for Thee, for Thy coming we wait,
The sky, not the grave, is our goal;
Oh, trump of the angel! Oh, voice of the Lord!
Blessed hope, blessed rest of my soul.

And Lord, haste the day when my faith shall be sight,
The clouds be rolled back as a scroll;
The trump shall resound, and the Lord shall descend,
Even so, it is well with my soul.

Lagu ini diciptakan oleh seorang yang bernama Horatio G. Spafford. Spafford lahir di North Troy, New York tanggal 20 Oktober 1828. Dia adalah seorang pengacara yang sukses, dan dengan keuangannya ia mendukung D.L. Moody dan gerakan-gerakan penginjilan pada masa itu. Namun lagu “It Is Well With My Soul” tidak lahir di masa-masa kesuksesannya. Lagu itu justru lahir pada saat masa-masa paling gelap dalam hidupnya. Tahun 1871, anaknya laki-laki satu-satunya meninggal pada umur 4 tahun, disusul dengan bencana Chicago Fire yang menghabiskan semua investasi real estate-nya dan menghancurkan keuangannya. Pada 1873, Spafford berencana ke Eropa bersama keluarganya tetapi menyuruh istri dan keempat anaknya perempuan berangkat dahulu karena ada urusan bisnis yang harus diselesaikannya. Kapal yang dinaiki istri dan anaknya, SS Ville du Havre, tenggelam karena bertabrakan dengan kapal Loch Earn.  Keempat anak Spafford meninggal dalam kejadian itu, tetapi istrinya selamat dan mengirim telegram ke Spafford yang berisi “saved alone” yang artinya adalah “hanya dia yang selamat”. Ketika berangkat dengan menaiki kapal untuk menemui istrinya, Spafford sampai di tempat dimana keempat putrinya meninggal, saat itulah keluar kata-kata pujian yang menjadi lagu “It Is Well With My Soul”. Meskipun dalam masa-masa paling menderita dan paling gelap dalam hidupnya, Spafford tetap berkata Tuhan itu baik, semuanya baik. Lagu “It Is Well With My Soul” masih sering dinyanyikan sampai sekarang dan menjadi berkat bagi banyak orang.

(dari berbagai sumber)

 
Leave a comment

Posted by pada Desember 9, 2011 in Kesaksian

 

BAGAIMANA DOSA DIAMPUNI ~ Kekuatan Melawan Dosa ~

Tinggal di dalam dosa adalah tindakan bodoh, “Sebab upah dosa ialah maut” (Roma 6:23a) demikian firman Tuhan. Semua agama mengajarkan manusia hidup benar, tetapi karena dosa, tidak satupun manusia dapat hidup dalam kebenaran. Allah berfirman bahwa semua orang telah berbuat DOSA (Roma 3:23). Maka agar manusia dapat hidup dalam kebenaran, manusia harus membereskan dosa-dosanya. Dalam hal mendapatkan pengampunan dosa, semua manusia di dunia ini, apapun kepercayaannya, apakah kepercayaan moderen, kepercayaan animisme, dinamisme, orang atheis, atau kepercayaan nenek moyang apapun, percaya bahwa ada “oknum” pencipta manusia yang berkuasa memberikan pengampunan dosa itu. Tapi walaupun telah percaya akan hal itu, manusia masih saja memiliki dilema dalam mendapatkan pengampunan dosa. Itulah sebabnya masih ada banyak manusia yang menciptakan cara-cara tertentu dalam mendapatkan pengampunan dosa, yang bahkan kadang dilakukan dengan cara-cara yang membahayakan dirinya sendiri. Mengapa ? Karena manusia tidak sadar atau tidak mengerti bahwa dalam hal pengampunan dosa, pencipta adalah pemilik otoritas tunggal; Dan dalam hal proses untuk mendapatkan pengampunan dosa pencipta pula yang menentukan bagaimana cara manusia mendapatkan pengampunan dosa itu. Jadi pengampunan dosa akan menjadi sempurna dalam kehidupan seseorang hanya apabila manusia menyadari kedua hal tersebut di atas; Dengan kata lain pengampunan dosa harus dimulai dari mengenal dengan betul sang pencipta manusia dan melakukan dengan benar petunjuk sang pencipta dalam mendapatkan pengampunan dosa. Sebagai umat kristiani, kita bersyukur bahwa kita mengenal sang pencipta kita, karena DIA telah memperkenalkan dirinya melalui YESUS KRISTUS; Dan sang penciptapun telah menyampaikan dengan sangat jelas cara yang Dia kehendaki agar manusia dapat diampuni dosanya dan memperoleh keselamatan. Kejadian 1:26-27, adalah awal Allah memperkenalkan pribadi-Nya dan menjelaskan asal mula manusia, firman Allah pada ayat ini menjelaskan manusia diciptakan oleh Allah dan manusia mengenal penciptanya sebagai Allah : Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Dengan pernyataan firman Allah tersebut di atas kita menjadi tahu siapa diri kita dan mengenal siapa yang menciptakan kita. Selanjutnya, Allah menentukan dan memberikan petunjuk kepada kita bagaimana mendapatkan pengampunan dosa, dan itu disampaikan-Nya dengan jelas, langsung dan apa adanya sehingga umat-Nya dapat mengerti secara jelas : Allah berfirman : “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.” (Yohanes 3:16-18). “Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya.” (Roma 3:25a). “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (Kisah Para Rasul 4:12). Jadi kita tidak dapat mengatakan bahwa hidup baik atau berbuat baik dapat menyelamatkan kita, karena manusia sudah berdosa sejak Adam jatuh dalam dosa dan karena dosa manusia menjadi tidak sempurna, dan yang tidak sempurna tidak mungkin dapat mendatangkan kebaikan dan kesempurnaan bagi dirinya sendiri. Hanya yang sempurna (YESUS) yang mampu memberikan kebaikan dan kesempurnaan bagi segenap umat manusia (II Timotius 1:9). Hal ini menjelaskan bahwa keselamatan memang tidak dapat diusahakan atau ditentukan oleh manusia; Maka manusia harus melakukan kehendak Allah yaitu melalui Yesus Kristus sebagai satu-satunya jalan keselamatan yang ditentukan oleh Allah (Efesus 1:7-8). Setiap orang yang ingin dosanya diampuni dan ingin hidup dalam kebenaran harus percaya kepada Yesus Kristus; Maka sebesar apapun dosanya pasti akan diampuni, firman-Nya : “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.” (Yesaya 1:18). Jadi jangan lagi ragu dan bertanya apakah dosa saya sudah diampuni ? Apakah dosa saya dapat diampuni ? Jangan sekalipun berpikir demikian, karena Allah tidak akan pernah mengingkari (janji) firman-Nya sendiri, jikalau kita sudah melakukan kehendak-Nya maka pasti kita diampuni dan memperoleh apa yang dijanjikan-Nya. Melalui firman-Nya yang jelas, langsung dan apa adanya kita telah mengenal pencipta kita, jangan palingkan wajah kita daripada-Nya, kita juga telah tahu jalan keselamatan yang Allah tentukan juga melalui firman yang disampaikan-Nya dengan jelas, langsung dan apa adanya, maka jangan berbalik dari jalan itu, tetapi ambillah jalan itu; Karena setiap orang yang percaya kepada-Nya dan mau menerima anugerah keselamatan yang diberikan-Nya akan diselamatkan (Roma 5:8-9); Dan bukan itu saja tetapi kepadanya juga akan diberikan kekuatan baru, kekuatan sempurna yang daripada-Nya, yaitu Roh Kudus yang akan menjadikan diri kita mampu untuk melawan DOSA (Yohanes 14:16-17). Setiap orang yang mengenal Yesus dengan benar dan menerima Dia dengan sungguh-sungguh sebagai juruselamat serta taat pada kebenaran yang difirmankan-Nya pasti tidak akan dikalahkan oleh DOSA (Roma 8:1-2). (RYT) “Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.” (Roma 10:3) “Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!” (Roma 13:12) “Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!” (Yakobus 4:7)

(www.holypower.net)

 
Leave a comment

Posted by pada Maret 21, 2009 in Renungan

 

PENTINGNYA KITA MENGAMPUNI

Dari manakah seseorang memiliki kemampuan untuk mengampuni?
Sebagian orang berpikir bahwa kemampuan mengampuni adalah sesuatu yang harus diproses dari dalam diri, yang lain berpendapat bahwa setiap orang harus mengupayakan hal tersebut karena firman Allah mengatakan demikian, bahkan tidak sedikit yang menjadikan tindakan mengampuni itu sebagai ujian ketaatan atau ujian iman. Semua itu tampak benar. Tapi ketahuilah bahwa sesungguhnya seseorang hanya akan mampu mengampuni sesamanya apabila Roh Kudus ada bersama-sama dirinya, jadi bukanlah hasil usaha diri sendiri, dan mengampuni itu bukanlah materi untuk ujian iman.

Pengampunan itu adalah karya Roh Kudus! Karena Roh Kudus (Matius 3:16-17) Yesus dapat berkata “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”. Jadi sekali lagi hanya orang-orang yang memiliki Roh Kuduslah yang akan mampu mengampuni secara tulus. Ini adalah sebuah peringatan bagi kita yang sering mengatakan hidupku dipimpin Roh Kudus, sebab bila kita masih tidak dapat mengampuni sesama kita, maka itu artinya Roh Kudus sesungguhnya tidak ada dalam hidup kita. Hal tersebut ditegaskan antara lain melalui firman Allah berikut : “Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.” (Markus 11:25). Mengapa Allah memberikan persyaratan demikian?, yaitu kita harus mengampuni dahulu sebelum berdoa ? Ya, karena Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran (Yohanes 4:24) dan dalam hal ini seseorang yang mau mengampuni dengan tuluslah yang memiliki Roh Kudus itu dalam hidupnya, sehingga dia menjadi layak untuk datang berkata-kata kepada Allah Bapa.

Selanjutnya, mengapa PENTING KITA MENGAMPUNI, adalah karena setiap orang yang berbuat salah kepada kita, mereka tidak menyadari hukuman yang akan mereka terima akibat perbuatannya; Hidup mereka gelap dan penuh hawa nafsu, mereka hanya tahu apa yang mereka perbuat salah, tetapi mereka tidak tahu hukuman Allah yang akan melanda hidup mereka yang menyakiti anak-anak Allah.
Ketika Yesus disalib, apakah orang-orang yang menyalib Yesus itu adalah orang-orang yang tidak tahu perbuatannya ? Tentu setiap mereka tahu akan apa yang mereka perbuat, karena perbuatan itu adalah kehendak hati mereka sendiri, lalu kenapa Yesus masih berkata “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas 23:34).

Yesus berkata demikian karena Ia begitu mengasihi manusia. Yesus tahu betapa mereka yang menyalibkan-Nya tidak sadar betapa beratnya hukuman yang akan mereka terima akibat perbuatannya itu, itulah sebabnya Yesus memohon kepada Bapa untuk mengampuni mereka agar mereka boleh diluputkan dari murka Allah.

Maka demikian pula dengan kita. Sudah seharusnya kitapun sebagai anak-anak Allah mau mengampuni dengan tulus setiap kesalahan sesama kita, betapapun sakitnya perbuatan mereka terhadap hidup kita, sebab selain mengampuni adalah ciri orang percaya yang dipimpin Roh Kudus, mengampuni juga akan menyelamatkan sesama kita dari penghukuman Allah. Berbelas kasihanlah kepada mereka yang menyakiti kita, sebab mereka tidak tahu bahwa bila murka Allah turun atas mereka, hal itu akan sangat menyakitkan. (RYT)

“Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga,
yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik
dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.”
(Matius 5:43-45)

 
Leave a comment

Posted by pada Maret 21, 2009 in Renungan

 

FENOMENA IBADAH UNTUK KEKAYAAN

Sejak krisis ekonomi terjadi di Indonesia, banyak orang mulai mengalami hidup dalam kesesakan. Ada orang yang usahanya menjadi bangkrut, ada yang terlibat hutang, ada yang kehilangan pekerjaan, dll. Dan tidak dapat dipungkiri bahwa krisis ekonomi itu telah menjadikan jumlah umat kristiani yang kembali ke gereja berlipat ganda.

Memang adalah sesuatu sikap yang benar apabila ketika kita mengalami persoalan lalu kita datang beribadah kepada Tuhan, mendengarkan firman Tuhan, karena pada firman Tuhan terdapat kekuatan dan janji yang pasti. Tapi yang menjadi fenomena kurang baik adalah bahwa beberapa hamba Tuhan telah memanfaatkan keadaan ini dengan mulai mengadakan ibadah yang menjanjikan atau memberi pengharapan kepada jemaatnya untuk hidup menjadi kaya. Bahkan akhir-akhir ini kita mungkin semakin sering mendengar promosi di radio-radio yaitu ibadah yang menjanjikan kepada jemaatnya untuk menjadi milyuner.

Beribadah dengan motivasi mencari berkat materi atau keuntungan jelas adalah penyimpangan yang fatal!
Firman Tuhan Tidak pernah mengajar manusia untuk beribadah dengan model seperti itu. Bahkan Firman Tuhan berkata mereka yang mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan adalah orang-orang yang Tidak Berpikir Sehat dan Telah Kehilangan Kebenaran (1 Timotius 6:5). Firman Tuhan juga berkata bahwa orang-orang yang hidupnya selalu kuatir dengan ketersediaan materi adalah orang-orang yang tidak mengenal ALLAH (Matius 6:31-32). Karena sesungguhnya ibadah adalah untuk menjadikan manusia mengerti kehendak ALLAH dan hidup dalam kebenaran firman-Nya.

Yesus datang ke bumi ini bukan untuk mengubah orang miskin menjadi kaya tetapi mengajar manusia untuk hidup sesuai dengan kehendak ALLAH. Ini artinya KETAATAN pada FIRMAN ALLAH. Itulah sebabnya Tuhan Yesus berfirman “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?” (Matius 16:26), artinya hidup yang diberikan ALLAH itu jauh lebih penting dari pada apapun yang ada di dunia ini Karena itu Tuhan Yesus mengajar kepada kita bahwa “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah” (Matius 4:4); Itulah sebabnya di masa pelayanan YESUS di dunia ini, ketika Iblis menawarkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, agar IA sujud kepada Iblis, hal itu ditolak-Nya dengan tegas! (Matius 4:8-9). Jadi hati-hatilah! terhadap ajakan-ajakan ibadah yang menjanjikan hidup menjadi kaya sebab bisa saja anda sedang (akan) digiringnya untuk sujud di kaki Iblis, yaitu menjadikan harta/ kekayaan sebagai tuan dalam hidup anda.

Di dalam kitab suci yang kita beri nama Alkitab, kita pelajari bahwa Iblislah yang menjanjikan kekayaan kepada pengikutnya (Matius 4:8-9). Tapi Yesus Kristus menjanjikan Keselamatan, Hidup Dalam Damai Sejahtera, Hari Depan Yang Penuh Harapan. Jadi jangan sampai terkecoh kepada khotbah-khotbah materialistis. Buatlah keputusan untuk hidup dalam ketaatan dan bukannya ibadah demi untuk mendapatkan berkat materi, sebab ALLAH pasti memberkati lumbung setiap orang yang taat kepada-Nya sekalipun kita tidak memintanya (Matius 6:33). Salomo menjadi sangat kaya raya melebihi kekayaan raja-raja sebelum dia dan sesudah dia, bukan karena ia meminta kekayaan, tapi diberi oleh ALLAH sebagai Bonus atas ketaatannya (II Tawarikh 1:10-12). Kitab Pengkhotbah 5:18 berkata : “Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya — juga itu pun karunia Allah”. Jadi setiap orang bisa mendapatkan kekayaan bila dikaruniai oleh ALLAH dan juga ada kuasa dari ALLAH kepadanya untuk menikmati kekayaannya itu. Karena tidak semua orang yang menjadi kaya diberi-Nya kuasa untuk menikmati kekayaan itu, artinya kekayaanpun bisa hanya sia-sia karena banyak mengalami kemalangan (Pengkhotbah 6:2). Maka bila ibadah yang kita lakukan hanya berharap menerima banyak berkat dari ALLAH tapi kita tidak pernah berusaha hidup sesuai dengan kehendak ALLAH, maka itu hanyalah kesia-siaan, sebab tidak ada satupun ibadah yang dapat memberikan kepada kita kekayaan yang instan kecuali kita taat pada firman ALLAH. Ingatlah baik-baik akan firman Tuhan ini “Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah” (Matius 13:22). Pemberitaan firman Tuhan dengan iming-iming kekayaan menjadikan firman Tuhan terhimpit dan tidak menjadi buah yang ranum, yang berguna dalam kehidupan orang yang mendengarnya.

Hamba-hamba Tuhan harus kembali kepada teladan Yesus Kristus bila ingin melakukan pelayanan Injil Kristus. Perhatikan bahwa semasa Yesus melayani, IA semata-mata hanya mengajar segala kebenaran firman Tuhan, IA tidak memikirkan untuk tinggal di tempat yang mewah (memikirkan harta kekayaan) sekalipun IA sebenarnya adalah Raja, dan kemanapun IA melangkah IA menunjukkan belas kasihan kepada yang sakit, kepada yang menderita, kepada yang lemah, kepada yang tertindas, terikat dan terbelenggu dan ketika IA memulihkan mereka, IA tidak menggantinya dengan kekayaan atau kemakmuran, tapi keselamatan dan hidup dalam pertobatan. (RYT)

“Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.
Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal.
Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.” (1 Timotius 6:10b-12)

(www.holypower.net)


 
Leave a comment

Posted by pada Maret 21, 2009 in Renungan

 

Melalui Neraka

Seringkali kita menghadapi neraka kehidupan ini dan kita berhenti dan menyerah. Kita lupa bahwa kita milik Tuhan yang luar biasa. Kita melihat neraka yang luar biasa dan melupakan bahwa Tuhan yang pegang kendali.
Ketika melewati neraka, jalan terus, ingat TUhan selalu beserta kita dan tidak ada yang dapat menyentuh kita tanpa seijinNya. Jadi seperti lagu Ron Kenoly berikut ini, jika lalui neraka, jangan menyerah, jangan berhenti, jalan terus !!!

GO AHEAD
(Ron Kenoly)

If you catch hell
Don’t hold it
If you’re going through hell
Don’t stop
Remember no weapon
Formed against you
Shall prosper
And every tongue
That rises against you
You shall condemn

Now the Bible says this
You need to lean this
For greater is He that is in you
Than he that is in the world
Greater than

Now this is what you do when
You’re going through hell
You go ahead
‘Cause you have authority
Over the enemy
You have authority
As a believer
You have authority
Over the enemy
You have authority
In the Name of Jesus

Listen folks go ahead
Go ahead
I’m goin’ through
If you catch hell
Don’t hold it
If you’re going through hell
Don’t stop

 
Leave a comment

Posted by pada Januari 19, 2009 in Renungan

 

Menanti

(Artikel dari Pdt. Petrus Agung – www.rhemaradio.com)

Hanya dekat Allah saja aku tenang, daripada-Nyalah keselamatanku.

Mazmur 62: 2

Dalam terjemahan lain dipakai kalimat: Sungguh, jiwaku memantikan Tuhan dengan diam dan tenang.

Rupanya banyak yang menantikan Tuhan dengan gaduh, resah, gelisah, ribut, panik, dan bahkan histeris. Ketenangan di hadapan Tuhan adalah ekspresi iman, keyakinan dan keteguhan hati kita terhadap Dia dan pertolongan-Nya.

Sebaliknya jika jiwa kita begitu gundah, kacau, onar dan meledak-ledak, itu tanda kita belum bisa menyerah. Karena itu bertanyalah dalam hati kita masing-masing: tenangkah aku dalam menantikan Tuhan dan pertolongan-Nya?

Jika engkau dapati ketenangan dan sejahtera, itulah sikap yang memberi jaminan kemenangan dan keabadian yang ajaib.

 
Leave a comment

Posted by pada November 4, 2008 in Renungan

 

Staying Alive Your Whole Life

(Artikel oleh Rhema Radio – www.rhemaradio.com)

Make the choice to stay alive your whole life by keeping your dreams, purpose and goals in front of you. Remember, you have a specific destiny to fulfill created by Almighty God. You didn’t just accidentally show up on planet earth. God knew you before you were formed in your mother’s womb, and He has an assignment for you. You were created to make a difference—to impact our society—to make this world a better place.

On the inside of you right now, there are dreams and desires put there by the Creator of the universe. Don’t let the pressures of life push those dreams down. Stir up those dreams. Stir up those gifts. Shake off every disappointment and press forward. This is a new day. Get a new vision. Make up your mind that no matter what comes your way, you’re going to keep pressing forward. You’re going to keep growing. You’re going to keep learning. You’re going to stay active. If you will stay passionate about life, knowing what your purpose is and being your best every day, you will find that you are living a way that generates such enthusiasm, that you are excited about life!

 
Leave a comment

Posted by pada November 4, 2008 in Renungan

 

Voice Of Truth

by : Casting Crowns

Oh,what I would do to have
the kind of faith it takes
To climb out of this boat I’m in
Onto the crashing waves
To step out of my comfort zone
Into the realm of the unknown
Where Jesus is,
And he’s holding out his hand

But the waves are calling out my name
and they laugh at me
Reminding me of all the times
I’ve tried before and failed
The waves they keep on telling me
time and time again
“Boy, you’ll never win,
you’ll never win.”

But the voice of truth tells me a different story
the voice of truth says “do not be afraid!”
and the voice of truth says “this is for my glory”
Out of all the voices calling out to me
I will choose to listen and believe the voice of truth

Oh, what I would do
to have the kind of strength it takes
To stand before a giant
with just a sling and a stone
Surrounded by the sound
of a thousand warriors
shaking in their armor
Wishing they’d have had the strength to stand

But the giant’s calling out
my name and he laughs at me
Reminding me of all the times
I’ve tried before and failed
The giant keeps on telling me
time and time again
“Boy you’ll never win,
you’ll never win.”

But the voice of truth tells me a different story
the voice of truth says “do not be afraid!”
and the voice of truth says “this is for my glory”
Out of all the voices calling out to me
I will choose to listen and believe the voice of truth

But the stone was just the right size
to put the giant on the ground
and the waves they don’t seem so high
from on top of them looking down
I will soar with the wings of eagles
when I stop and listen to the sound of Jesus
singing over me

But the voice of truth tells me a different story
The voice of truth says do not be afraid
And the voice of truth says this is for my glory
Out of all the voices calling out to me (calling out to me)
I will choose to listen and believe (I will choose to listen and believe)
I will choose to listen and believe the voice of truth

I will listen and believe
I will listen and believe the voice of truth
I will listen and believe
‘Cause Jesus you are the voice of truth
And I will listen to you.. oh you are

 
Leave a comment

Posted by pada November 4, 2008 in Lagu Pujian

 

JANGAN TUNGGU SAMPAI BENCANA DATANG

(Artikel dari Pdt. Petrus Agung)

Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepadaMu, selagi Engkau dapat ditemui; sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi, itu tidak melandanya
- Mazmur 32 : 6

Saat orang mengalami kesulitan, mereka berseru kepada Tuhan.
Saat mereka terhimpit hutang, mereka meratap pada Tuhan.
Saat orang terjebak dalam kesulitan hidup, mereka memohon kepada Tuhan.
Memang baik, tetapi agak terlambat.
Datangi Tuhan dan bersekutulah dengan Dia, sebelum semuanya terjadi, maka ketika semua itu datang Tuhan berjanji hal itu tidak akan melanda kita.
Jadi mengapa harus kita menunggu berdoa, sampai banjir masalah datang.

 
Leave a comment

Posted by pada November 4, 2008 in Renungan

 

HASIL ATAU CARA?

(Artikel dari Pdt. Petrus Agung – www.rhemaradio.com)

Ia telah memperkenalkan jalan-jalanNya kepada Musa, perbuatan-perbuatanNya kepada orang Israel.
- Mazmur 103 : 7

Kalau kita ke restoran, ada dua sikap yang bisa kita ambil. Sikap pertama, menikmati masakan kokinya dan akan terus jadi KONSUMEN…
Atau, sikap kedua, masuk ke dapur, belajar bagaimana bisa menghasilkan masakan yang lezat tadi. Malahan Anda akan menjadi PRODUSEN dan bisa buka rumah makan sendiri.

Keduanya merupakan piilhan yang Tuhan hadapkan kepada kita. Sebagian besar kita memilih yang pertama. Kita lebih suka mendengar Kotbah daripada belajar Alkitab. Kita lebih suka didoakan hamba Tuhan daripada berdoa sendiri. Kita lebih suka dinubuati daripada bergaul sendiri dengan Roh Kudus.

Sudah banyak yang tetap ingin jadi KONSUMEN. Apakah Saudara memilih berbeda?

KENALLAH JALAN-JALANNYA!

 
Leave a comment

Posted by pada November 4, 2008 in Renungan

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.